Book
Post Tradisionalisme Islam : Wacana Intelektualisme dalam Komunitas NU
Perkembangan Kontemporer pemikiran Keagamaan (Islam) dalam komunitas NU menunjukkan fenomena yang menarik, terutama yang digalang oleh kader-kader mudanya. Mereka mempunyai gagasan-gagasan keagamaan progresif dalam merespon modernitas dengan menggunakan basis pengetahuan tradisional yang mereka miliki setelah dipersentuhkan dengan pengetahuan baru dari berbagai khazanah modern. Mereka tidak hanya peduli dengan modernitas yang terus dikritik dan disikapi secara hati-hati, tapi juga melakukan revitalisasi tradisi. Proses revitalisasi tradisi yang mereka lakukan tidak sekedar mengagung-agungkan dan mensakralkan tradisi, tapi juga melakukan kritik secara mendalam atas tradisinya sendiri, baik yang berkaitan dengan perilaku maupun pemikiran. Bahkan, sendi-sendi doktrinnya sendiri seperti doktrinahl al-sunnah wa al-jama'ah (aswaja) juga tidak lepas dari sasaran kritisismenya. Pikiran dan sikap mereka secara umum jauh lebih responsif dibanding para seniornya dalam menghadapi tantangan modernitas.
Buku ini berupaya mengungkap pernik-pernik perkembangan pikiran di kalangan anak-anak muda NU tetap dalam koridor ke-NU-an, yaitu memelihara khazanah lama yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik (al-muhafadhah 'ala al-qadim al-shalih wa al-akhdz bi al-jadid al-ashlah)
Tidak tersedia versi lain