Book
Rekonstruksi pendidikan Islam: Sebuah penafsiran qurani
Jika pendidikan dianggap sebagai sebuah proses kehidupan dan upaya memanusiakan manusia, masalah dan fenomena yang muncul tersebut berawal dari paradigma pendidikan yang tidak merefleksikan unsur-unsur kemanusiaan yang hakiki. Paradigma pendidikan Barat yang materialistik dan sekularistik turut mewarnai arus pemikiran dan praksis pendidikan kita selama ini.
Apa yang terjadi? Pendidikan yang diorientasikan oleh pemikiran tersebut lebih mengarah pada pencitraan manusia yang resah dan risau; kering nuansa spiritualitas. Di sela sela kekacauan paradigma yang digunakan tersebut, Al Quran dengan pesannya yang belaku li kulli zamân wa makân, memberikan alternatif tertentu dalam rangka memberikan isyarat bagi pemecahan masalah yang muncul tersebut.
Tujuan pendidikan merupakan salah satu terma penting dalam pemikiran pendidikan. Konsep tujuan hingga saat ini belum pernah selesai dibicarakan dan dibahas, apalagi jika yang digunakan adalah konteks kebijakan yang lebih praksis. Sementara itu, tujuan pendidikan mengandung nilai yang lebih filosofis. Dalam konteks pendidikan Qurani, tujuan pendidikan merupakan derivasi konsep dari tujuan hidup manusia.
Buku ini mengetengahkan beberapa hal penting mengenai gagasan, konseptualisasi, dan reformulasi tujuan pendidikan dalam konteks ajaran Islam, khususnya didasarkan pada asumsi asumsi pemaparan Al Quran yang dilandasi pula oleh konsepsi manusia yang disajikan oleh Al Quran. Berdasarkan penelusuran terhadap ayat dan isyarat tertentu, Al Quran menyuguhkan kepada kita terma dan gagasan mengenai tujuan pendidikan dengan kata kunci mardhâtillâh (keridhaan Allah).
Tidak tersedia versi lain