Book
Darmawulan: Alih aksara dan terjemahan
Naskah Darmawulan yang menjadi objek alih aksara dan terjemahan ini adalah naskah yang tersimpan pada koleksi naskah Merapi-Merbabu. Teks Darmawulan berlatar sejarah akhir Majapahit. Kisah dimulai setelah meningalnya Prabu Brawijaya terakhir. Naskah Darmawulan yang ditulis oleh Ki Nalamarta pada hari kamis Pon, bulan Rabiul Awal, wuku Wayang, tahun 1673 S atau 1748 M. Tahun penulisan tersebut identik dengan tahun penulisan naskah Darmawulan yang disebut oleh Roorda van Eysinga (1842). Menurut Brandes, naskah Darmawulan bertarikh 1748 tersebut merupakan naskah Darmawulan tertua di lingkungan sastra Jawa. Di lingkungan sastra Jawa, Darmawulan merupakan teks yang populer dan dikenal juga dengan judul Babad Majapahit.
Tidak tersedia versi lain