Book
Sejarah pers di Indonesia : Awal kebangkitan bangsa
Sejarah pers di Indonesia adalah sejarah perkembangan persuratkabaran di Indonesia sejak masa lampau (era VOC dan Pemerintah Hindia Belanda). Surat kabar yang dimaksud adalah termasuk menyampaikan berita, kutipan, iklan dan tinjauan. Itu berarti termasuk surat kabar berbahasa Belanda, berbahasa Melayu/Indonesia dan berbahasa daerah. Para pelakunya juga termasuk orang Eropa/Belanda, orang pribumi dan orang timur asing seperti orang Cina yang berpartisipasi dalam penerbitan dan pencetakan. Yang dimaksud pelaku adalah individu sebagai investor, penerbit dan jurnalis (jurnalis dan redaktur/pemimpin redaktur).
Inisiatif orang Eropa/Belanda di Indonesia dalam pengembangan pers merujuk pada perkembangan pers di Eropa, khususnya di Belanda. Dalam fase pertumbuhan itu, orang Cina dan orang pribumi mulai berpartisipasi dan terus belajar untuk mengembangkan pers sendiri. Hal itu karena dirasakan pendidikan dan jurnalistik sama pentingnya: sama-sama mencerdaskan bangsa. Bagi jurnalis pribumi sendiri, surat kabar menjadi penting sebagai sarana perjuangan dalam berbangsa dan bertanah air. Dalam hal ini bagi jurnalis pribumi, pers dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa dan memicu terbentuknya persatuan dan kesatuan dalam wujud organisasi kebangsaan. Para redaktur/pemimpin redaktur sebagai pemimpin opini publik dengan sendirinya beriringan dengan visi dan misi para pemimpin pribumi.
Pers pribumi telah memainkan peran strategis di tengah bangsa untuk meningkatkan kesadaran berbangsa, membangkitkan energi berbangsa dan bertanah air yang pada giliran berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Para jurnalis dengan sendirinya bagian dalam perjuangan itu sendiri. Oleh karena itu pers di Indonesia khususnya pers pribumi adalah bagian tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Dalam hal itulah sejarah pers di Indonesia menjadi penting. Para jurnalis pribumi tidak hanya menumbuhkembangkan pers itu sendiri, juga memfasilitasi dan mendorong orang pribumi untuk berjuang secara bersama-sama untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.
Buku ini menyajikan data dan fakta sejarah tentang pertumbuhan dan perkembangan pers tersebut di Indonesia dari masa ke masa (sejak era VOC). Dengan demikian, buku ini tidak hanya perlu untuk para jurnalis dan publik Indonesia, juga dapat membantu para akademisi (dosen, peneliti dan mahasiswa) dalam penyelidikan sejarah pers di Indonesia. Dalam hal itu sejarah adalah narasi fakta dan data. Namun semuanya ada permulaan. Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Dalam hal itulah kegunaan buku ini ditulis, dinarasikan berdasarkan fakta dan data.
Tidak tersedia versi lain