Book
Islam Syariat dan Islam Adat
Disertasi ini mengkaji isu konstruksi identitas agama dan dampaknya bagi perubahan sosial di kalangan komunitas muslim Hatuhaha (KMH) di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan (1) bagaimana konstruksi identitas KMH di negeri Pelauw terjadi dalam perjumpaan dengan kelompok-kelompok lain, yang sekaligus menjadi momentum pembentukan Islam pada wilayah tersebut (2) mengapa perbedaan praktik keagamaan muslim Hatuhaha membedakan keterlibatan mereka dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Bagaimana pula agama berfungsi memengaruhi perubahan sosial di kalangan komunitas muslim Hatuhaha di negeri Peluaw. Mengacu pada pertanyaan tersebut di atas, penelitian ini bertujuan menjelaskan (1) proses pembentukan identitas terjadi dalam komunitas muslim Hatuhaha di negeri Pelauw dan cara mereka memaknai identitas agama dalam kemajemukan etnis dan agama sekarang. (2) posisi agama terhadap perubahan dan perkembangan yang dialami KMH di negeri Pelauw. Penelitian ini dilakukan di negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data kualitatif berupa hasil pengamatan tentang beberapa ritual pilihan, praktik keagamaan dan kehidupan harian, serta wawancara dengan sejumlah informan. Data penelitian ini dikumpul dengan menggunakan (1) pengamatan berpartisipasi (participant obsevatoin), (2) wawancara mendalam (in-depth interview), dan (3) telaah dokumen. Subjek penelitian ini terdiri dari sejumlah informan dan informan kunci. Sehubungan dengan masalah yang dikaji, wawancara dilakukan dengan 5 orang informan kunci dari kelompok Islam syariah, 5 orang informan kunci dari kelompok Islam adat dan 4 orang informnan kunci dari kelompok transformasi. Selain informan kunci, wawancara juga dilakukan dalam bentuk tidak formal dengan sejumlah informan lain dari setiap kategori di atas, baik laki-laki maupun perempuan, orang tua, dan pemuda tanpa memandang status sosial atau struktur tertentu dalam masyarakat. Mengingat konstruksi identitas dalam disertasi ini teorikan berlangsung dalam ritual sebagai arena utamanya, maka penulis memberi perhatian pada ritual orang muslim Hatuhaha di negeri Pelauw sebagai unit analisis, disamping praktik keagamaan dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menemukan bahwa (1) Konstruksi identitas keagamaan tidak terlepas dari pengaruh kepentingan ekonomi, budaya dan politik. Dalam konteks Maluku Tengah, konstruksi identitas komunitas muslim Hatuhaha terjadi dalam ancaman, tekanan dan penyesuaian terhadap berbagai perubahan masyarakat sehingga menunjukan adanya dinamika identitas yang menarik. Identitas komunitas muslim Hatuhaha di negeri Pelauw dengan sendirinya merupakan sesuatu yang dinamis dan bersifat multi identitas. (2) Pembentukan formasi sosial Islam di Maluku Tengah terjadi melalui kombinasi antara pola â€pribumisasi†sebagaimana dikemukakan oleh Djoko Suryo dan pola â€dialog†sebagaimana disampaikan oleh Taufik Abdullah, yang oleh penulis disebut sebagai pola â€kontekstualisasiâ€. (3) Perbedaan penafsiran dan praktik keagamaan kelompok syariah dan kelompok adat berdampak pada sikap keberagamaan mereka. Bahkan, perbedaan ini juga memengaruhi cara pandang terhadap kebudayaan lokal serta orientasi ekonomi dan politik. (4) Agama menjadi kekuatan penting yang turut menentukan perubahan dalam komunitas muslim Hatuhaha, walau memang bukan menjadi faktor satu-satunya. Dinamika masyarakat dalam rentetan berbagai peristiwa historisnya menunjukan bahwa keberadaan agama (Islam) telah menjadi fondasi bagi perkembangan masyarakat dan perubahan sosial di Pulau Haruku, Maluku Tengah.
Tidak tersedia versi lain